Tittle :Blossom Tears
Leght :
Chapter
Author :
Mella_Sulf(x)
Rating :
PG-15+
Genre :
Romance (maybe),Angst, Sad.
Cast :
Choi Sulli F(x) – Leo VIXX
Other Cast :
Ken VIXX, Hongbin VIXX, Jiyoung KARA, & Tiffany SNSD.
Sebenarnya ini ff terinspirasi dari lagunya Leo sm Lyn yang
blossom tears. Tapi ini alur ceritanya dari imajinasi aku sendiri gak copas,
judul ffnya emang sm kyak jdul lgu Blossom Tears. Dan Ini adalah FF pertamaku,
aku gak begitu yakin ff ini bakal banyak yang baca, soalnya aku pemula masih
belum terlalu bagus dalam menggunakan gaya bahasa. Jadi bagi kalian yang baca
ff ini toling tinggalkan jejak kalian. Karena komentar, pujian maupun kritik
itu sangat aku butuhkan. Kalian juga boleh kasih aku saran atau kalian koreksi
aku di mana kesalahanku……
OK segitu ajj silahkan membaca……
*Aku akan tetap disini sekarang. Karena aku telah banyak
berbuat untukmu. Karena aku sangat mengharapkanmu. Karena aku sangat
berterimakasih. Jadi, janganlah kita saling menjauh.*
-
-
Sulli Pov
Akhirnya
aku dapat kembali ke nagara tempat lahirku, yaitu Korea Selatan, Seoul. Aku
sangat merindukan eonniku, semoga dia senang dengan kedatanganku yang
tiba-tiba. Akupun menyusuri jalan Seoul ini, tanpa sengaja aku menabrak
seseorang karna aku tidak terlalu pokus ke jalanan.
BRUKKK…
“ahkkk” aku dan orang yang kutabrak pun sama-sama terjatuh. Lalu
akupun berdiri dan orang yang kutabrakpun berdiri. Ternyata dia seorang namja.
“maafkan aku. Aku tidak sengaja. Apa kau baik-baik saja?”
aku pun meminta maaf padanya. Tapi, namja itu hanya diam dan melihatku dengan
tatapan yang dingin. Bukannya menjawab, lelaki itu malah pergi dengan begitu
saja.
“kenapa dengannya? Apa dia marah karna aku sudah
menabraknya? Padahal aku sudah meminta maaf padanya dengan baik. Dasar namja
tak punya sopan santun” umpatku.
Aku pun melanjutkan perjalananku. Sesampainya aku didepan
gerbang pintu rumah dan memasuki rumah itu yang kuketahui adalah rumah kakakku.
Aku pun menekan bel rumah. Beberapa
detik kemudian, pintu pun terbuka dan menampilkan seorang yeoja yang sangat
kurindukan.
“Sulli-ah?” serunya dengan wajah yang berbinar. “Eonni” aku
pun memeluknya.
“Sulli-ah, kenapa kau tak bilang akan pulang?” katanya.
“aku kan ingin membuat kejuatan. Hehehhh” seruku sambil tersenyum
jahil.
“ara ara. Ya sudah sekarang kita masuk dulu kerumah. Kau
pasti sangat lelah. Eonni akan memasak makanan buatmu!” diapun menarik tanganku untuk memasuki
rumah.’ Rumah ini ternyata tidak ada yang
berubah gayanya masih seperti dulu’ batinku.
“Sulli-ah, kau tidur di kamar dekat kamar eonni yah?”
ucapnya sambil berteriak dari dapur, karna dia sedang memasak makanan.
“baiklah eonni. Kamar Tiffany eonni masih sama kan di lantai
atas?” tanyaku memastikan bahwa tempat tidurnya tidak berpindah tempat.
“yahhh” teriaknya, aku hanya tersenyum karna melihat eonniku
yang begitu semangat menyambutku. Aku sangat bersyukur memiliki Tiffany eonni
yang begitu menyayangiku.
Aku pun berjalan menuju tempat tidurku dilantai atas.
Setelah sampainya aku dikamarku. Aku pun merebahkan tubuhku dalam ranjang yang
cukup besar itu. Kuketahui diriku memang sangat lelah, apalagi tadi aku bertemu
dengan lelaki yang aneh.
“Sulli-ah, cepat turun, makanan sudah siap!” teriak Tiffany
eonni.
“Ne, eonni” aku pun turun kebawah.
*SKIP*
Esok
harinya akupun terbangun dari tidur lelapku, karena sekarang sudag pukul 07.00.
Aku pun pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi keluar rumah. Setelah aku
selesai mandi dan sekarang aku sudah siap untuk pergi.
*kira-kira Sulli
seperti ini yah*
Aku pun
meneruni tangga dan berpamitan kepada Tiffany eonni. Setelah aku berpamitan,
akupun pergi menggunakan mobil Tiffany eonni. Sebenarnya akupun tidak tahu akan
pergi kemana, mungkin hanya mengelilingi kota Seoul. Karena, aku sudah lupa
dengan lingkungan kota Seoul ini yang sudah aku tinggalkan selama kurang lebih
7 tahun dan sekarang aku berumur 20 tahun.
Saat perjalanan aku melihat tempat atau mungkin butik baju
bernama LEOVIXX. Aku pun terpesona oleh pakaian-pakaian yang dipajang. Aku pun
menghampiri butik itu dan memasukinya untuk melihat-lihat. Setelah aku berada
didalam butik ini, ternyata fashion-fashion’nya sangat menarik.
“Permisi nona, apakah ada yang saya bias bantu” tiba-tiba
pelayan butik membari tawaran.
“ah tidak usah. Aku hanya ingin melihat-lihat saja.
Terimakasih” akupun menolaknya dan pelayan itu hanya tersenyum. Aku pun pergi
dari butik itu.
Sulli Pov End
Author Pov
Sementara
itu, seorang namja memakai kemeja memasuki tempat butik baju.
“Ken, apakah ada pelanggan lagi?”Tanya namja itu pada
pelayan yang menjaga butik LEOVIXX.
“Belum. Tapi tadi seorang yeoja memasuki butik ini dan
melihat-lihat disini. Sepertinya yeoja itu tertarik dengan busana-busana yang
ada disini”terang Ken kepada pemiliknya yaitu Leo, temannya atau sahabatnya.
“Baiklah aku akan pergi lagi. Aku hanya ingin mengecek saja”
ucap Leo begitu saja dengan dinginnya.
Ken hanya mengangguk. Karena dia tahu bagaimana sifat Leo
yang dingin, pendiam, misterius.
-
Sulli
akhirnya memutuskan untuk beristirahat di café dan saat ia ingin memesan
minuman ia tak sengaja memesan menu yang sama dengan pengunjung di pinggir
tubuhnya.
“coffie late” ucap Sulli dan Leo serempak. Merka pun saling
pandang.
“Kau? Bukankan kau namja aneh itu?”ucap Sulli pada Leo. Leo
hanya menatap tajam Sulli, lalu dia hanya memesan coffie late dan pergi
ketempat kosong untuk duduk. Sulli pun melakukan hal yang sama. Tapi, Sulli
menghampiri lelaki itu dan duduk dihadapannya. Kerana, memang sudah tidak ada
tempat duduk yang kosong lagi. Sulli pun dengan terpaksa harus duduk bersama
Leo.
“Maafkan aku. Aku sudah berkata kau namja aneh. Aku tidak
bermaksud untuk menyakitimu atau balas dendam karena sifatmu yang dingin.
Maukah kau memaafkanku?” ucap Sulli menundukkan kepalanya. Leo yang
mendengarkan permintaan maaf dari Sulli membulatkan matanya, kaget. ‘kenapa yeoja ini berkata sama dengan
perkataan Jiyoung padaku waktu dulu’batin Leo. Leo mengingat kembali
bagaimana ia pertama kali menjadi dekat dengan Jiyoung dan jatuh cinta pada
Jiyoung, mengingat itu Leo mengacak-ngacak rambutnya. Sulli aneh melihat
kelakuan Leo dan diapun khawatir pada Leo.
“Apakah kau baik-baik saja? Atau ada ucapanku yang salah?”
Ucap Sulli khawatir.
“DIAM KAU, siapa kau?” bentak Leo pada Sulli yang membuat
café itu melihat kearah mereka berdua. Sulli yang mendengar ucapan Leo hanya
terdiam karena kaget setengah mati. Sementara itu Leo pergi meninggalkan Sulli.
‘oh Tuhan ada apa dengannya? Aku hanya
bertanya karna aku khawatir padanya. Tapi aku malah dibuat malu olehnya.
Sudahlah mungkin dia lagi stress.’
Sulli pun pergi keluar dari café itu dan berencana untuk
pulang kerumah karena hari sudah sore.
-
Leo
yang kelihatan stress karena teringat Jiyoung sang kekasih yang meninggalkannya,
hanya untuk lelaki lain. Dia pun mengobrak-abrik semua barangnya dan Leo pun
diam dengan lemah.
“AHHKKKKKKK” teriak Leo sambil meremas rambutnya.
“Yeoja itu? Kenapa cara bicara dia dan sikapnya sama seperti
Jiyoung? …. Ahk tidak yeoja itu berbeda dengannya.” Ucap Leo. Dia pun
menghampiri tempat tidurnya dan dia baringkan tubuhnya diatas kasur.
-
Sullipun
sampai di rumahnya. Namun, sepertinya di rumah itu tidak ada siapa-siapa. Lalu
Sulli menghampiri sofa dan ternyata di meja ada secarik kertas. Kertas itu
ternyata dari Tiffany, yang berisi:
To : My Yeodongsaeng
Sulli
Sulli-ah, maaf eonni
meninggalkanmu sendiri di rumah. Eonni tadi siang mendapat telpon, bahwa eonni
harus pergi ke LA untuk acara fashion dan eonni harus menginap disana selama 1
bulan. Apakah kau tidak keberatan? Setelah kau membaca surat ini, eonni mohon
kamu langsung hubungi eonni….. ANYEONG J
Tiffany…..
Setelah membaca surat dari Tiffany, Sulli langsung menelpon
Tiffany…
“yeoboseo?” jawab
seseorang dari telpon Sulli.
“Ini aku adikmu
eonni”ucap Sulli
“ahk Sulli-ah. Eonni
ingin memberitahukan-mu sesuatu” ucap Tiffany dari sebrang telpon.
“Wae eonni?” Tanya
Sulli.
“Apa kamubersedia
menjadi patner teman eonni yang bekerja sebagai desiner dan kamu akan menjadi
model bajunya. Kau kan ingin memiliki kekasih seorang desiner, bagaimana kalau
sambil kerja kamu dekati dia! Heheh”Ucap Tiffany.
“Who eonni? Memang dia
seorang namja?” Tanya Sulli.
“Ia dia seorang namja.
Tapi, dia sering stress karena masa lalunya. Eonni yakin kamu bias
membantunya!” Ungkap Tiffany.
“Baiklah akan ku coba.
Jadi, dimana dia tinggal dan kapan aku harus memulai bekerja bersamanya?” Tanya
Sulli menerima tawaran sang kakak.
“Dia adalah tetangga
kita di sebelah kanan rumah kita. Kau kunjungi dian nanti malam jam 7. Eonni
sudah member tahu dia bahwa kau akan datang” Ungkap Tiffany.
“Who? Jadi eonni sudah
memberitahunya? Padahal eonni baru tahu kasih tau aku sekarang”Ucap Sulli
memanyunkan bibirnya karena kesal dengan perilaku Tiffany.
“Mian – mian Sulli-ah.
Sudah dulu yah eonni masih ada urusan saat ini. Kamu haru jaga dirimu dengan
baik, araa?” Nasehat Tiffany.
“Ne anyeong eonni”..
TUUTTTT
Pembicaraan panjang itupun berakhir.
Author Pov End
-
Sulli Pov
Akupun
bersiap untuk pergi kerumah namja yang akan menjadi patnerku. Kulihat jam masih
menunjukkan pukul 06:40, masih ada waktu 20 menit untuk pergi. Akhirnya akupun
memasak kimchi dan teokkbokki dan aku akan membawanya ke rumah patnerku.
Kulihat lagi jamku menunjukkan pukul 07:00. Aku pun bergegas untuk pergi dan
kukunci semua pintu. Karena jarak rumah patnerku deka, akupun tidak membutuhkan
waktu lama untuk sampa.
Setelah sampai aku tekan tombol bel rumahnya. Tak lama
kemudian pintupn terbuka dan betapa aku terkejut siapa namja yang berhadapan
denganku sekarang. Aku pun mundur dan tiba-tiba dia menahan tanganku, jantungku
pun berdetak kencang.
TO BE CONTINUE……
Maaf ya ff ini jelek menurutku and aku ini
pemula. Aku mohon sertakan komentar kalian karna itu sengat kubutuhkan.
Komentar kalian bisa buat aku semangat untuk tulis ff selanjutnya. Mohon
bantuannya and jangan jadi silent readers yah itu buatku sedih rasanya…..
_%E5%89%AF%E6%9C%AC.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar