Sabtu, 01 November 2014

Blossom Tears Chapter 01



Tittle                      :Blossom Tears
Leght                      : Chapter
Author                  : Mella_Sulf(x)
Rating                   : PG-15+
Genre                   : Romance (maybe),Angst, Sad.
Cast                       : Choi Sulli F(x) – Leo VIXX
Other Cast          : Ken VIXX, Hongbin VIXX, Jiyoung KARA, & Tiffany SNSD.


Sebenarnya ini ff terinspirasi dari lagunya Leo sm Lyn yang blossom tears. Tapi ini alur ceritanya dari imajinasi aku sendiri gak copas, judul ffnya emang sm kyak jdul lgu Blossom Tears. Dan Ini adalah FF pertamaku, aku gak begitu yakin ff ini bakal banyak yang baca, soalnya aku pemula masih belum terlalu bagus dalam menggunakan gaya bahasa. Jadi bagi kalian yang baca ff ini toling tinggalkan jejak kalian. Karena komentar, pujian maupun kritik itu sangat aku butuhkan. Kalian juga boleh kasih aku saran atau kalian koreksi aku di mana kesalahanku……
OK segitu ajj silahkan membaca……

*Aku akan tetap disini sekarang. Karena aku telah banyak berbuat untukmu. Karena aku sangat mengharapkanmu. Karena aku sangat berterimakasih. Jadi, janganlah kita saling menjauh.*
-
-
Sulli Pov
                Akhirnya aku dapat kembali ke nagara tempat lahirku, yaitu Korea Selatan, Seoul. Aku sangat merindukan eonniku, semoga dia senang dengan kedatanganku yang tiba-tiba. Akupun menyusuri jalan Seoul ini, tanpa sengaja aku menabrak seseorang karna aku tidak terlalu pokus ke jalanan.
BRUKKK…
“ahkkk” aku dan orang yang kutabrak pun sama-sama terjatuh. Lalu akupun berdiri dan orang yang kutabrakpun berdiri. Ternyata dia seorang namja.
“maafkan aku. Aku tidak sengaja. Apa kau baik-baik saja?” aku pun meminta maaf padanya. Tapi, namja itu hanya diam dan melihatku dengan tatapan yang dingin. Bukannya menjawab, lelaki itu malah pergi dengan begitu saja.
“kenapa dengannya? Apa dia marah karna aku sudah menabraknya? Padahal aku sudah meminta maaf padanya dengan baik. Dasar namja tak punya sopan santun” umpatku.
Aku pun melanjutkan perjalananku. Sesampainya aku didepan gerbang pintu rumah dan memasuki rumah itu yang kuketahui adalah rumah kakakku. Aku pun menekan bel rumah.  Beberapa detik kemudian, pintu pun terbuka dan menampilkan seorang yeoja yang sangat kurindukan.
“Sulli-ah?” serunya dengan wajah yang berbinar. “Eonni” aku pun memeluknya.
“Sulli-ah, kenapa kau tak bilang akan pulang?” katanya.
“aku kan ingin membuat kejuatan. Hehehhh” seruku sambil tersenyum jahil.
“ara ara. Ya sudah sekarang kita masuk dulu kerumah. Kau pasti sangat lelah. Eonni akan memasak makanan buatmu!”  diapun menarik tanganku untuk memasuki rumah.’ Rumah ini ternyata tidak ada yang berubah gayanya masih seperti dulu’ batinku.
“Sulli-ah, kau tidur di kamar dekat kamar eonni yah?” ucapnya sambil berteriak dari dapur, karna dia sedang memasak makanan.
“baiklah eonni. Kamar Tiffany eonni masih sama kan di lantai atas?” tanyaku memastikan bahwa tempat tidurnya tidak berpindah tempat.
“yahhh” teriaknya, aku hanya tersenyum karna melihat eonniku yang begitu semangat menyambutku. Aku sangat bersyukur memiliki Tiffany eonni yang begitu menyayangiku.
Aku pun berjalan menuju tempat tidurku dilantai atas. Setelah sampainya aku dikamarku. Aku pun merebahkan tubuhku dalam ranjang yang cukup besar itu. Kuketahui diriku memang sangat lelah, apalagi tadi aku bertemu dengan lelaki yang aneh.
“Sulli-ah, cepat turun, makanan sudah siap!” teriak Tiffany eonni.
“Ne, eonni” aku pun turun kebawah.
*SKIP*
                Esok harinya akupun terbangun dari tidur lelapku, karena sekarang sudag pukul 07.00. Aku pun pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi keluar rumah. Setelah aku selesai mandi dan sekarang aku sudah siap untuk pergi.
*kira-kira Sulli seperti ini yah*


                Aku pun meneruni tangga dan berpamitan kepada Tiffany eonni. Setelah aku berpamitan, akupun pergi menggunakan mobil Tiffany eonni. Sebenarnya akupun tidak tahu akan pergi kemana, mungkin hanya mengelilingi kota Seoul. Karena, aku sudah lupa dengan lingkungan kota Seoul ini yang sudah aku tinggalkan selama kurang lebih 7 tahun dan sekarang aku berumur 20 tahun.
Saat perjalanan aku melihat tempat atau mungkin butik baju bernama LEOVIXX. Aku pun terpesona oleh pakaian-pakaian yang dipajang. Aku pun menghampiri butik itu dan memasukinya untuk melihat-lihat. Setelah aku berada didalam butik ini, ternyata fashion-fashion’nya sangat menarik.
“Permisi nona, apakah ada yang saya bias bantu” tiba-tiba pelayan butik membari tawaran.
“ah tidak usah. Aku hanya ingin melihat-lihat saja. Terimakasih” akupun menolaknya dan pelayan itu hanya tersenyum. Aku pun pergi dari butik itu.
Sulli Pov End
Author Pov
                Sementara itu, seorang namja memakai kemeja memasuki tempat butik baju.
“Ken, apakah ada pelanggan lagi?”Tanya namja itu pada pelayan yang menjaga butik LEOVIXX.
“Belum. Tapi tadi seorang yeoja memasuki butik ini dan melihat-lihat disini. Sepertinya yeoja itu tertarik dengan busana-busana yang ada disini”terang Ken kepada pemiliknya yaitu Leo, temannya atau sahabatnya.
“Baiklah aku akan pergi lagi. Aku hanya ingin mengecek saja” ucap Leo begitu saja dengan dinginnya.
Ken hanya mengangguk. Karena dia tahu bagaimana sifat Leo yang dingin, pendiam, misterius.
-
                Sulli akhirnya memutuskan untuk beristirahat di café dan saat ia ingin memesan minuman ia tak sengaja memesan menu yang sama dengan pengunjung di pinggir tubuhnya.
“coffie late” ucap Sulli dan Leo serempak. Merka pun saling pandang.
“Kau? Bukankan kau namja aneh itu?”ucap Sulli pada Leo. Leo hanya menatap tajam Sulli, lalu dia hanya memesan coffie late dan pergi ketempat kosong untuk duduk. Sulli pun melakukan hal yang sama. Tapi, Sulli menghampiri lelaki itu dan duduk dihadapannya. Kerana, memang sudah tidak ada tempat duduk yang kosong lagi. Sulli pun dengan terpaksa harus duduk bersama Leo.
“Maafkan aku. Aku sudah berkata kau namja aneh. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu atau balas dendam karena sifatmu yang dingin. Maukah kau memaafkanku?” ucap Sulli menundukkan kepalanya. Leo yang mendengarkan permintaan maaf dari Sulli membulatkan matanya, kaget. ‘kenapa yeoja ini berkata sama dengan perkataan Jiyoung padaku waktu dulu’batin Leo. Leo mengingat kembali bagaimana ia pertama kali menjadi dekat dengan Jiyoung dan jatuh cinta pada Jiyoung, mengingat itu Leo mengacak-ngacak rambutnya. Sulli aneh melihat kelakuan Leo dan diapun khawatir pada Leo.
“Apakah kau baik-baik saja? Atau ada ucapanku yang salah?” Ucap Sulli khawatir.
“DIAM KAU, siapa kau?” bentak Leo pada Sulli yang membuat café itu melihat kearah mereka berdua. Sulli yang mendengar ucapan Leo hanya terdiam karena kaget setengah mati. Sementara itu Leo pergi meninggalkan Sulli. ‘oh Tuhan ada apa dengannya? Aku hanya bertanya karna aku khawatir padanya. Tapi aku malah dibuat malu olehnya. Sudahlah mungkin dia lagi stress.’
Sulli pun pergi keluar dari café itu dan berencana untuk pulang kerumah karena hari sudah sore.
-
                Leo yang kelihatan stress karena teringat Jiyoung sang kekasih yang meninggalkannya, hanya untuk lelaki lain. Dia pun mengobrak-abrik semua barangnya dan Leo pun diam dengan lemah.
“AHHKKKKKKK” teriak Leo sambil meremas rambutnya.
“Yeoja itu? Kenapa cara bicara dia dan sikapnya sama seperti Jiyoung? …. Ahk tidak yeoja itu berbeda dengannya.” Ucap Leo. Dia pun menghampiri tempat tidurnya dan dia baringkan tubuhnya diatas kasur.
-
                Sullipun sampai di rumahnya. Namun, sepertinya di rumah itu tidak ada siapa-siapa. Lalu Sulli menghampiri sofa dan ternyata di meja ada secarik kertas. Kertas itu ternyata dari Tiffany, yang berisi:
To : My Yeodongsaeng Sulli
                Sulli-ah, maaf eonni meninggalkanmu sendiri di rumah. Eonni tadi siang mendapat telpon, bahwa eonni harus pergi ke LA untuk acara fashion dan eonni harus menginap disana selama 1 bulan. Apakah kau tidak keberatan? Setelah kau membaca surat ini, eonni mohon kamu langsung hubungi eonni….. ANYEONG J
 Tiffany…..
Setelah membaca surat dari Tiffany, Sulli langsung menelpon Tiffany…
“yeoboseo?” jawab seseorang dari telpon Sulli.
“Ini aku adikmu eonni”ucap Sulli
“ahk Sulli-ah. Eonni ingin memberitahukan-mu sesuatu” ucap Tiffany dari sebrang telpon.
“Wae eonni?” Tanya Sulli.
“Apa kamubersedia menjadi patner teman eonni yang bekerja sebagai desiner dan kamu akan menjadi model bajunya. Kau kan ingin memiliki kekasih seorang desiner, bagaimana kalau sambil kerja kamu dekati dia! Heheh”Ucap Tiffany.
“Who eonni? Memang dia seorang namja?” Tanya Sulli.
“Ia dia seorang namja. Tapi, dia sering stress karena masa lalunya. Eonni yakin kamu bias membantunya!” Ungkap Tiffany.
“Baiklah akan ku coba. Jadi, dimana dia tinggal dan kapan aku harus memulai bekerja bersamanya?” Tanya Sulli menerima tawaran sang kakak.
“Dia adalah tetangga kita di sebelah kanan rumah kita. Kau kunjungi dian nanti malam jam 7. Eonni sudah member tahu dia bahwa kau akan datang” Ungkap Tiffany.
“Who? Jadi eonni sudah memberitahunya? Padahal eonni baru tahu kasih tau aku sekarang”Ucap Sulli memanyunkan bibirnya karena kesal dengan perilaku Tiffany.
“Mian – mian Sulli-ah. Sudah dulu yah eonni masih ada urusan saat ini. Kamu haru jaga dirimu dengan baik, araa?” Nasehat Tiffany.
“Ne anyeong eonni”..
TUUTTTT
Pembicaraan panjang itupun berakhir.
Author Pov End
-
Sulli Pov
                Akupun bersiap untuk pergi kerumah namja yang akan menjadi patnerku. Kulihat jam masih menunjukkan pukul 06:40, masih ada waktu 20 menit untuk pergi. Akhirnya akupun memasak kimchi dan teokkbokki dan aku akan membawanya ke rumah patnerku. Kulihat lagi jamku menunjukkan pukul 07:00. Aku pun bergegas untuk pergi dan kukunci semua pintu. Karena jarak rumah patnerku deka, akupun tidak membutuhkan waktu lama untuk sampa.
Setelah sampai aku tekan tombol bel rumahnya. Tak lama kemudian pintupn terbuka dan betapa aku terkejut siapa namja yang berhadapan denganku sekarang. Aku pun mundur dan tiba-tiba dia menahan tanganku, jantungku pun berdetak kencang.
TO BE CONTINUE……


                 Maaf ya ff ini jelek menurutku and aku ini pemula. Aku mohon sertakan komentar kalian karna itu sengat kubutuhkan. Komentar kalian bisa buat aku semangat untuk tulis ff selanjutnya. Mohon bantuannya and jangan jadi silent readers yah itu buatku sedih rasanya…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar